ALLAH yang mencahayai langit dan bumi, NUR itu seperti senter atau api yang dinyalakan, api itu didalam kaca yang halus, dibalik kaca yang halus tujuh lapis kaca.
NURUN NURIN alam NUR, bacahayo alam itu atas NUR,didalam NUR ado kaco NUR, didalam itupun NUR
Langit itu tujuh lapis, tiap-tiap lapis dicahayoi oleh NUR ILLAHI, maka bercahayolah segala apa yang ada dilangit itu.
Bumi itupun tujuh lapis, tiap tiap lapisan bumi itu dicahayai NUR ILLAHI, bercahaya pulalah apa yang ada diatas bumi ini.
Sesudah itu kita perkecil alam yaitu anggota Manusia tujuh lapis, tiap-tiap lapisan anggota kita dicahayai oleh NUR ILLAHI, maka bercahayalah alat-alat yang ada didalam batang tubuah kita ini.
Jantuang kita pun tujuh lapisnya dan tujuh biliknya atau kulambu Rasulullah. Tiap-tiap lampisan jantung itu dicahayai oleh NUR ILLAHI, dan itulah yang dinamakan Zikir tujuh tempat yang menyebut nama ALLAH dengan tuntutan yang banyak.
Zikir yang tujuh itu bernama
- Ukuf
- Qalaf
- Syir
- Qhafa
- Qhafi
- Nafi Hisbat
- Baitul Muffi
Apa sebabnya NUR itu dijadikan ALLAH?. Marilah kita mulai dari belum berbelum-belum, diwaktu itu Arasy pun belum,Kursi pun belum,Samak samato pun belum, Muhammad belum bernamo Muhammad,ALLAH belum bernamo ALLAH, Masywallah, selain daripada ALLAH, alam semuanya, Alam ini kata Nabi "Al alamu mutaqayar" artinya Alam baru berubah-ubah.
Waktu alun berbalun itu, yang ada waktu itu AH.
AH saja beribu tahun lamanya, AH yang mangatokan AH, katanya AH yang mangatokan AH, AH itu yang mangatokan AH, artinya ada sendiri, tak ada yang menjadikan.
Kemudian AH itu mengatokan IH, baribu tahun pulo lamonyo, IH itu yang berkato yang mengatokan IH.
Kemudian IH itu mengatokan HU, HU itu baribu tahun pulo lamonyo, yang berkato HU mengatokan HU
Dan disitu turun kabut Yasin NUR ILLAHI, diwaktu itulah tibanya gelap yang bersangatan, Kata ALLAH "Fizullu Maatin Laayub Lirun".
Didalam gulita yang bersangatan itu, disitulah NUR terbayang olehnya dirinya yang dijadikan ALLAH.
Didalam sebuah cermin yaitu cermin Khayak atau cermin Khairullah maka malulah NUR tadi, kata ALLAH.
Fizulu Matin alam NUR, didalam gelap gulita itu terbitlah terang yang bersangatan terang, disitu NUR mengucapkan ASHADU 4X, kemudian NUR itu melengong kesetiap cabang dari kayu itu, maka tampaklah oleh NUR itu bahwa disetiap cabang kayu itu telah berbuah keempatnya yang nyata
Buah Cabang
- yang pertama "LAA"
- yang kedua "ILAHA"
- yang ketiga "ILAA"
- yang keempat "ALLAH"
"LAA ILAHA ILAA'LLAH" artinya Tiada Sembahan Selain ALLAH.
Itulah yang menjadi kalimah syahadat yang menjadi tiang dalam rukun Islam yang kelima.
Waktu itu terbitlah malunya NUR MUHAMMAD, karena bersangatan malu terpancarlah NUR MUHAMMAD enam titik
- titik yang pertama menjadi Malaikat yang empat
- titik yang kedua menjadi Wali ALLAH
- titik yang ketiga menjadi malaikat yang banyak
- titk yang keempat menjadi makanan
- titik yang kelima menjadi Alam ROH
- titik yang ke enam menjadi sekalian Alam
ALLAH menjadikan alam enam hari, dari Ahad sampai Jum'at.
Hari Sabtu itu adalah hari sebab, Sebab hari Sabtu itu dijadikan ALLAH ialah karena anggota Manusia tujuh maka itulah ditambah hari satu lagi.
Hari sabtu itu berguna pula bagi Orang ber ilmu Sihir seperti Tuju, Tinggam dan lain lainnya, Tetapi bagi orang yang tau akan dirinya tiada memban bagi Ilmu sihir.
Jadi yang enam Alam itu kalau kita cari ke Tauhidannya, maka didapatkan tiga alam saja lagi;
Alam Jumud
Alam Hewan
Alam Roh
Yang dikatakan Alam Jumud yaitu Alam yang beku maupun batu, kayu,dll
Yang dikatakan Alam Hewan ialah semua yang hidup yang menghadap kebumi, membelakang kelangit, seperti kerbau, lembu, kuda dll
Tang dikatakan dengan Alam Roh ialah Manusia.
Ketiga Alam itu sebelum dizahirkan, terlebih dahulu ditanyai oleh ALLAH,
Mula mula ditanyai oleh ALLAH ialah
1. Alam Jumud
Kata ALLAH
Wahai Alam Jumud, maukah engkau mengerjakan suruh dan menghentikan larangan KU dan tahu akan dirimu?
Jawab Alam Jumud
Ya ALLAH Ya RABB, bagaimana kami akan menghentikan larangan dan mengerjakan suruhan Engkau, Otak kami keras
Barang siapa Umat Engkau yang menghentikan larangan dan mengerjakan suruhan Engkau dan tahu akan dirinya, kami rela buat dia itu.
Dia itupun sayang dengan buek patuh akan janjinya, jikalau kita tidak mengerjakan suruh, tidak menghentikan larangan, dan tidak pula tahu dengan diri kita, setiap kita injak bumi ini sebanyak itu pula dia akan menyumpahi kita dan di kutuk ALLAH
Kutukan ALLAH itu tumbuh bukan dijari, bukan dikaki, hanya Hati kita dan didada kita itu ditempati, Tidak senang hati kita dibuat tiap saban hari, biarpun kita Kaya Raya.
Kata ALLAH dalam Al-Qur'an
Barang siapa berpaling mengingati AKU, adalah baginya yang sempit, dibangkitkan dihari kiamat Buta, didunia hatinya buta mengingati AKU.
2. Alam hewan
Kata ALLAH
Wahai alam hewan, maukah engkau mengerjakan suruh dan menghentikan larangan KU dan tahu akan dirimu?
Jawab Alam Hewan
Ya ALLAH Ya RABB, otak kami rendah daripada pinggang, ingatan kami hanya untuk perut saja, barang siapa patuh akan Engkau, kami akan patuh pula sama dia.
dia sayang akan janji dan ingat akan janjinya, diapakan saja dia oleh manusia, dia patuh saja.
3. Alam Roh
Kata ALLAH
Wahai Alam Roh, maukah engkau menjadi Alam jumud? Tidak Ya RABB kata alam Roh. Maukah engkau menjadi Alam hewan? Tidak Ya RABB kata Alam Roh.
Maukah engkau mengerjakan suruhan AKU dan menghentikan larangan AKU, dan sadar akan diri engkau, "kalu bala naam" kata Alam Roh